Anomie, Anomaly, Anonymity, and ‘Anomalisa’

Keerthi Purushothaman

I found ‘Anomalisa’ on the newest addition to my life: my Amazon Prime subscription. I knew little about the film before I watched it; I did not even know it was animated. The movie surprised, shocked, and made me feel things enough to push me to write a review. I don’t watch a lot of TV or films, so count this as a rare occurrence in this blog.

Lihat pos aslinya 996 kata lagi

Love at first sight (and in retrospect)

Keerthi Purushothaman

(Chosen as Editor’s Pick of the Day (Essay) on WordPress Discover – 13 June 2017)

“For those who pass it without entering, the city is one thing; it is another for those who are trapped by it and never leave. There is the city where you arrive for the first time; and another city which you leave never to return. Each deserves a different name.” – Marco Polo in Italo Calvino’s Invisible Cities

Writing about a city is a meditation of one’s self and a mediation of one’s wills. For me, it also happens to be a job. As a result, I am quite conscious about how words make a city. I write about the same city in different ways – for project reports, for blog articles, and even in my personal journal. Isn’t everything we do somehow rooted in space? All of these writings are centered around urban (or

Lihat pos aslinya 928 kata lagi

FORGET what is gone, APPRECIATE what still remains — Department Of Love, One Size Fits For All – iHateQuotes

FORGET what is gone, APPRECIATE what still remains.. As we grow older and wiser, we begin to realize what we need and what we need to leave behind. Sometimes walking away is a step forward. FORGET what is gone, APPRECIATE what still remains and LOOK FORWARD to what is coming next. FORGET what is gone,…

melalui FORGET what is gone, APPRECIATE what still remains — Department Of Love, One Size Fits For All – iHateQuotes

Hidup Itu Apa yang Kita Pikirkan

Apakah anda Meragukan Masa depan Anda sendiri karena berbagai penyebab ?

Ya tentunya, dan saya sendiri salah satunya . Sejak kehadiran kita didunia memang tak terpikirkan kita akan berada dimana , dengan siapa dan hidup yang bagaimana pula bak benih tanaman yang di siram di atas tanah kalau tanhnya subur dia akan tumbuh sehat segar ,kalau tanahnya tidak subur dia akan tumbuh kardil bahkan mati seperti halnya Manusia kita hidup dari berbagai latar belakang contohnya saja ada yang beruntung ada dari keluarga yang mampu dia bisa saja dapat apa yang dia inginkan , bukan bearti tidak bersyukur atau  blame  keluarga kita tapi hal ini sangat menunjang kualitas hidup kita kedepanya

 Disinilah lebihnya kita manusia sebagai makhluk cipataan Tuhan yang sempurna kita punya kelebihan yang Luar biasa akal pikiran dan hati. sebuah kisah panjang yang lika liku menghampiri  keluarga saya.sebut saja Ayahnda saya hidup yatim piatu  dengan saudara-saudaranya ditinggal kedua orang tuanya sejak umur 16 tahun ,sebagai anak sulung dari empat bersaudara tentunya beliau memiliki peran ganda Ayah dan ibu di kondisi yang demikianpun masih di asingkan keluarga besar untuk mencari ketenangan mereka memutuskan untuk berpindah ke kebun. Sebagi keluarga yang bergntung pada Alam hal inipun memudahkan mereka untuk menjalankan pahit panisnya kehidupan ,sebagai tulang punggung keluarga beliaupun mempunyai cita cita yang sangat mulia dia tidak mau saudara-saudaranya bahkan sampai anak _ anaknya hidu seperti beliau harus lebih baik dari dia dengan memberanikan diri menyekolahkan adik – adiknya ke jenjang lebih tinggi tentunya ini tantangan tersendiri mengingat hidup begantung alam musiman yang tidak pasti .

Dalam ushanya menrrjang  pahitnya hidup dan meneruskan cita-citanya hasil kebun saja tidak cukup karena sekolah jug butuh uang dia merantau sekiatar daratan Flores seperti penggalian jalan itupun sekalian di barter hasil kebunya  hal ini berlanjut sampai stelah menikah dia rela tinggalkan keluarga dan melaju dengan gigih demi sang cita-cita ,berbagai macam beban sudah berlabuh di pundaknya bahakan bekasnya masih belum pergi dari pundaknya .

Kurus Tinggal kKulit Pembungkus Tulang

Sebagai seorang yang hidup di desa yang jauh dari tekhnologi bahkan moda transportsi tidak pernah muncul di benak mereka di samping itu juga secara geogrfis tempat tinggal mereka cukup terjal dan tentu saja menguras banyak tenaga hal ini yang sangat mengganngu kesehatanya 

Cita-cita Pertama tercapai tapi pergi untuk selamanya

Usaha jurus tandurnya maju terus pantang mundur membuahkan hasil salah satu adiknya lulus pergurusn tinggi dan langsung mengajar sebuah SMA (Sekolah Menengah Atas) di Dili Timor Leste tapi ironinya sejak perang saudara di melanda timor Leste sang adik pulang kampung dan di serang sebuah cobaan yang mengerikan sakit mental yang aneh membenci keluarga dan penyakit aneh lainnya yang tidak masuk akal keluargapun menempuh segala cara tapi tidak membuahkan hasil dan berlangsung selama belasan tahun dan secara tragis dia pergi dalam pasungan untuk selam-lamanya ,ini merupakan tragedi yang mengerikan seumur hidup

Dia Lelah 

Kepergian adiknya membuatnya sebagai manusia biasa dia lelah.Namun dalam keleahannya dan usisnya yang tak lagi muda  dia tetap mendorong anak- anaknya melanjutkan pendidikan di kondisi yang terbatas tak kala ia Menasehat kalau saya Sekolah Dasar saja tidak kesampaian minimal kalian SMP (Sekolah Menengah pertama) dan benar saja sayapun hanya mampu sampai SMP

Dari sini saya mulai belajar banyak hal dan berjuang untuk mimpinya dan mengobati kekecewaanya, hal ini bukan perkara mudah mulai sesuatu yang kita tidak tahu arah. Tapi saya hanya menjalankan ide yang sesui dengan saya yakini dari merantau dapat uang dan lanjut sekolah lagi di masa sekolah saya sambil kerja dan begitu pula dengan sampai kuliah semua berjalan lancar hal ini di luar logika tentunya. Peristiwa yang terharu ketika saya kabarkan saya mau wisuda mohon kehadiran beliau dan beliau langsung menangis sampai di acara berlangsung. Semoga tulisan memberi semangat untuk mereka yang senasib

semoga orang tua seluruh dunia panjang umur.